Jumat, 06 Maret 2009

hujan....

aku mencintaimu hingga perih. mengharapkanmu sampai lirih. namun mengapa engkau tetap saja melukai?

bertemu lagi denganmu. di suatu tempat dimana aku pernah mendapatkan keberanian untuk bicara dan menatap mata magismu itu! tempat yang sama dimana kau memberikan senyuman itu hanya untukku, dan tempat yang sama ketika aku diam-diam melirikmu dari balik lorong-lorong sunyi…

begitu tebalkah dinding hatimu hingga tak mendengarku mengetuknya?

tapi aku akan tetap menunggumu, hingga langit menyuruhku berhenti atau hujan tak lagi turun, sehingga aku tak lagi bisa menangis di bawahnya karena mengenangmu!!

(kayak lagunya utopia-hujan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar